Definisi KARATE


KARATE
        berhubung saya adalah karateka ,ya saya kali ini akan memposting tentang seni bela diri karate. karate adalah beladiri yang berasal dari negara JEPANG.Seni beladiri ini pertama kali disebut dengan Tote yang berarti “seperti tangan Cina”. Disaat karate masuk ke negeri Jepang, rasa nasionalisme warga Jepang pada saat itu sedang tinggi-tingginya. Saat masuk ke negeri sakura, Sensei Gichin Funakoshi mengubah Tote (kanji Okinawa) menjadi karate agar lebih mudah diterima masyarakat Jepang. Dalam bahasa Jepang, karate memiliki arti tangan kosong.
Dalam belajar KARATE, terdapat beberapa latihan dasar.
1.Kihon : teknik dasar memukul, menendang, menangkis
2.Kata : jurus / bunga KARATE
3.Kumite : latih tanding
Dalam sebuah pertandingan, biasanya lapangan yang dipakai berukuran 8×8 meter dengan tinggi 1 meter diatas panggung dan 2 meter tambahan sebagai pengaman. Arena bertanding harus bebas dari 

hal-hal yang dapat menimbulkan bahaya. Dan yang diperlombakan pun ada 2 macam :
1.KUMITE, adalah petandingan perkelahian yang dilakukan oleh putra maupun putri
2.KATA, adalah pertandinngan menampilkan jurus andalan masing-masing yang dilakukan oleh putra maupun putri.
KARATE ternyata memiliki falsafah yang mungkin belum begitu diketahui oleh orang-orang pada umumnya. Yaitu :
  • RAKKA (bunga yang berguguran) : Konsep beladiri atau pertahan dalam KARATE yang bermaksud setiap gerakan itu perlu dilakukan dengan bertenaga dan mantap agar dengan menggunakan satu jurus dalam menghadapi musuh, musuh bisa merasakan kekuatan dari teknik tersebut dan bagian yang terkena pasti akan merasakan sakit yang menyebar ke seluruh permukaan bagai bunga yang berguguran.
  • MIZU NO KOKORO (minda / pikiran itu seperti air) : Dalam konsep ini bermaksud bahwa minda / pikiran perlu dijaga dan dilatih agar selalu tenang. Apabila minda / pikiran tenang, maka akan sangat mudah untuk menyerang ataupun menangkis serangan lawan. Dan minda / pikiran itu bagaikan air di danau.
  • TSUKI NO KOKORO (minda / pikiran layaknya bulan) kita dituntut untuk menganggap lawan kita sebagai bulan yang menerangi keadaan di sekitarnya, sehingga kita dapat melihat benda-benda di sekitar kita, termasuk melihat peluang untuk melancarkan poin serangan ke musuh atau melihat kelemahan pertahanan pada lawan. Dalam hal ini kita membiarkan lawan melancarkan beberapa serangan sambil kita melakukan gerakan menangkis dan menghindar

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »